Sabtu, 31 Mei 2008

Puisi Untuk Negeri Ku

Pertiwi.....Kehilangan Jatidiri

(embed indonesia raya)

Ditulis oleh Putra Nusantara
Monday, 09 April 2007



Jika seandainya ada... bangsa yang jadi sejahtera, dengan cara cakar cakaran
Maka yang pertama mencapainya, adalah bangsaku tersayang ini
Jika seandainya bisa ... menjadi bangsa yang berjaya, dengan cara jegal jegalan
Yang menjadi juaranya.Pastilah Indonesiaku ini

Persada bumi Pertiwi,Kini kehilangan jati diri
Silih asah silih asih ,sudah tak di ingat lagi

Berganti dengan ucap cacian, berkembang jadi hujatan
Bersemi subur permusuhan,sarat dengan kenistaan
Penguasa dan rakyatnya tak punya satu haluan

Pemimpin asyik berjanji, meniupkan angin surga
Rakyatpun asyik menuntut, tak ingat lagi kewajiban
Teriakannys semakin nyaring, dan sering tanpa disaring


PRANG !

Ditulis oleh Santoso AS
Friday, 12 October 2007

Kita kuliti, kulit saudara sendiri
Kita minum darah, darah saudara kita
Jerit tangis adalah lagu dalam pesta
Pesta kita
Mari tuan, mari
Pesta baru saja dimulai
Selagi masih ada peluru, amis darah dan mesiu
Kesombongan kita takan musnah
Mari tuan, mari
Nyanyikan lagu kematian
Untuk mereka yang mati
Untuk jiwa kita yang mati


Pornografi Kemiskinan

Ditulis oleh Heri Latief
Thursday, 16 February 2006

bukan pornonya
tapi manusianya
yang musti belajar nahan diri
dan tak munafik gaya moralnya

orang indonesia maunya serba bebas
tapi tak punya alat (uang)
untuk membiayai kekebebasan itu

maka yang muncul hanya ekses
dari kebebasan model esek-esek

kemiskinan malahan bukan jadi persoalan
orang beramai-ramai nontonin pertarungan
antara "yang bermoral" versus "yang amoral"

tarif listrik naik tak perduli lagi?
kasus beras impor adalah ladang korupsi
sengaja ditutupi bermacam tabir mimpi

dimana-mana orang asyik berpolemik
berdebat-ngedongeng soal syahwat!

inilah realitanya
pendidikan kita kurang
kehidupan kita miskin

akhirnya menuai badai
ide pembodohan dan fanatisme!

Ibu Pertiwi Kehilangan Aktivis Muda HAM


Munir Said Thalib lahir di Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1965 dan meninggal di pesawat Garuda dari Jakarta jurusan ke Amsterdam, pada tanggal 7 September 2004. Pria keturunan Arab ini adalah seorang aktivis HAM Indonesia dan jabatan terakhirnya adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial.

Saat menjabat Koordinator Kontras namanya melambung sebagai seorang pejuang bagi orang-orang hilang yang diculik pada masa itu. Ketika itu dia membela para aktivis yang menjadi korban penculikan Tim Mawar dari Kopassus. Setelah Soeharto jatuh, penculikan itu menjadi alasan pencopotan Danjen Kopassus Prabowo Subianto dan diadilinya para anggota tim Mawar.

Jenazah Munir dimakamkan di Taman Pemakaman Umum, Kota Batu.

Istri Munir, Suciwati, bersama aktivis HAM lainnya terus menuntut pemerintah agar mengungkap kasus pembunuhan ini.
Pembunuhan

Tiga jam setelah pesawat GA-974 take off dari Singapura, awak kabin melaporkan kepada pilot Pantun Matondang bahwa seorang penumpang bernama Munir yang duduk di kursi nomor 40 G menderita sakit. Munir bolak balik ke toilet. Pilot meminta awak kabin untuk terus memonitor kondisi Munir. Munir pun dipindahkan duduk di sebelah seorang penumpang yang kebetulan berprofesi dokter yang juga berusaha menolongnya. Penerbangan menuju Amsterdam menempuh waktu 12 jam. Namun dua jam sebelum mendarat 7 September 2004, pukul 08.10 waktu Amsterdam di bandara Schipol Amsterdam, saat diperiksa, Munir telah meninggal dunia.

Pada tanggal 12 November 2004 dikeluarkan kabar bahwa polisi Belanda (Institut Forensik Belanda) menemukan jejak-jejak senyawa arsenikum setelah otopsi. Hal ini juga dikonfirmasi oleh polisi Indonesia. Belum diketahui siapa yang telah meracuni Munir, meskipun ada yang menduga bahwa oknum-oknum tertentu memang ingin menyingkirkannya.

Pada 20 Desember 2005 Pollycarpus Budihari Priyanto dijatuhi vonis 14 tahun hukuman penjara atas pembunuhan terhadap Munir. Hakim menyatakan bahwa Pollycarpus, seorang pilot Garuda yang sedang cuti, menaruh arsenik di makanan Munir, karena dia ingin mendiamkan pengkritik pemerintah tersebut. Hakim Cicut Sutiarso menyatakan bahwa sebelum pembunuhan Pollycarpus menerima beberapa panggilan telepon dari sebuah telepon yang terdaftar oleh agen intelijen senior, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut. Selain itu Presiden Susilo juga membentuk tim investigasi independen, namun hasil penyelidikan tim tersebut tidak pernah diterbitkan ke publik.

INAICTA 2008: Ajang Kebangkitan Teknologi Informasi Komunikasi di Indonesia


Jakarta, 3 Maret 2008 - Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) membantu merangsang minat dan perkembangan perkembangan Information & Communication Technology (ICT) di Indonesia dengan memperkenalkan Indonesia ICT Award 2008.

Indonesia ICT Award (INAICTA) merupakan acara tahunan yang digelar oleh Depkominfo dengan tujuan meningkatkan apresiasi terhadap karya ICT hasil karya putra-putri bangsa. Hal ini dicapai dengan bentuk pemberian penghagaan bagi para inovator ICT serta memberi mereka kesempatan untuk memasarkan karyanya bersama para pemodal yang bersedia menjadi mitranya.

Rangkaian acara INAICTA 2008 dimulai di bulan Maret 2008 ini. Kegiatan diawali dengan roadshow dan publikasi sebagai bentuk “jemput bola” untuk menjaring peserta-peserta yang kompeten di bidang Information & Communication Technology ke beberapa kota di Indonesia. Pendaftaran INAICTA sendiri akan dibuka pada tanggal 1 April 2008. Penjurian dari semua aplikasi peserta yang telah masuk akan dilangsungkan di bulan Juni 2008. Sedangkan acara puncak dari INAICTA ini akan berlangsung di bulan Agustus 2008. Pada acara puncak ini akan digelar Workshop, Breakout Session, Business Matching Program, Pameran, serta Malam Penganugerahan ICT 2008.

Business Matching Program merupakan salah satu acara yang cukup menarik dalam perhelatan INAICTA 2008. Pada acara ini peserta yang menjadi pemenang maupun yang memiliki karya potensial diberi kesempatan untuk bertemu dan ‘menjual’ karyanya kepada investor.
Image
Menteri Komunikasi dan Informatika, Bapak Mohammad Nuh beserta panitia INAICTA 2008


Tema yang diusung pada tahun kedua perhelatan ini digelar adalah “Kebangkitan Nasional melalui Kreativitas Digital”. Tema ini diangkat sesuai dengan semangat 100 tahun Kebangkitan Nasional dan juga untuk memperingati 10 tahun reformasi Indonesia.

Kategori yang diperlombakan pada INAICTA 2008 ini sebanyak 10 kategori dengan 10 sub kategori. Terdiri dari: e-Government, e-Businness (Finance, Automation), e-Education, e-Entertainment, Supply Chain Management, Tools & Infrastructure, Research and Development, Student Project, Robot, serta Smart Campus.

“Lomba ini menjadi salah satu vektor dalam gaya yang mendorong perkembangan ICT di Indonesia untuk berkontribusi secara nyata kepada bangsa Indonesia ini,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika, Mohammad Nuh. “Lomba-lomba dan pameran yang digelar dapat menjadi ajang promosi potensi yang dimiliki insan bangsa di bidang teknologi informasi,” lanjutnya.

INAICTA 2008 merupakan langkah awal yang dilaksanakan oleh Depkominfo sebagai persiapan menghadapi APICTA (Asia Pacific Information Communication Technology Award) 2008 yang akan digelar di Indonesia pada akhir tahun 2008.

TRADISI BAKAR TONGKANG



Bakar Tongkang - Visit Riau


Bakar TongkangRIAU - In the date 16 months 5 calendars imlek, in Bagansiapiapi each year was carried out by the traditional ceremony the descendants's community Tiong Hoa that was mentioned Five Ge Lak, or that was usual in knew in the Malay social circle with the ceremony burnt Tongkang.


This Bakar Tongkang ceremony was the worship ceremony against the god of sea or the god Kie Ong Ya that controlled the ocean.
Dimana setiap tanggal 16 bulan 5 penanggalan imlek adalah merupakan hari ulang tahun dewa Kie Ong Ya, sehingga upacara itu disebut dengan Go Ge Cap Lak.


Kembali ke bahasa Indonesia. Nah, Orang-orang yang datang ke kota Bagansiapiapi pada acara berlangsung tidak hanya berasal dari desa-desa atau nelayan disekitar bagansiapiapi lho!, tapi juga datang dari kota-kota besar di Indonesia seperti Medan, Pekanbaru, Jakarta, Surabaya, dan lain sebagainya. Bahkan banyak pula yang datang dari manca Negara seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, dan Taiwan.

Melihat dari potensi yang ada, maka upacara bakar tongkang ini mempunyai dari tarik yang sangat besar, oleh karena itulah upacara bakar tongkang ini dikembangkan dan dikemas menjadi suatu event wisata andalan bagi Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir yang masuk dalam proposal Visit Indoensia Year 2008 ini, juga masuk Agenda Visit Riau 2009.

Anjungan Seni Idrus Tintin, Maskot Baru Riau

Anjungan Seni Idrus Tintin


Anjungan Seni Idrus Tintin yang berdiri megah di Arena Purna MTQ yang sekarang berubah namanya menjadi komplek Bandar serai Jalan Sudirman Pekanbaru merupakan salah satu wonder building di Pekanbaru. Dengan bangunan berciri khas melayu Riau, Anjungan Seni Idrus Tintin ini lebih mirip Istana dari pada tempat pertunjukan seni.

Dengan ketinggian setara gedung tiga lantai bangunan ini menjulang tinggi dengan nilai estetika yang mengagumkan. jika anda berkesempatan untuk masuk ke dalamnya anda akan melihat terawangan yang tinggi mengarah ke langit-langit gedung.

Anjungan Seni ini juga menjadi tempat dilaksanakannya acara puncak Festival Film Indonesia (FFI) 2008 yang dihadiri hampir seluruh artis perfilman tanah air dan menjadi saksi bisu kejayaan Dedi Mizwar dan Naga Bonar Jadi 2. Bahkan Anjungan Seni Idrus Tintin ini seperti berubah menjadi objek wisata karena selalu ramai dikunjungi masyarakat untuk sekedar berfoto, melihat atau duduk-duduk santai di sore harinya.

Sebagai pengetahuan tambahan nama Idrus Tintin diambil dari seniman kenaam Riau. Almarhum lahir di rengat dan penerima Anugrah Sagang (Penghargaan Seni Paling Bergengsi di Tanah Lancang Kuning).

Prestasi Pemuda Riau Dalam Kebudayaan

Air Hostess for Vacation - Band Pekanbaru: "Tembus L.A.LIGHTS Indiefest 2007"
written by Hendrawan at Selasa, 2007 November 13

Air Hostess PekanbaruPEKANBARU! Band asli Pekanbaru ini dikibarkan pada 05 Oktober 2006, band ini mempunyai karakteristik berbeda dalam bermusik. Mereka mengusung Aliran Brit Rockdalam pada single hits mereka. Band ini dipiloti lima personel yaitu, Abbot(Vokal)Nino(Bassis)Coky(Drummer)Api(Gitar)Boby(Gitar) ini berhasil membuktikan kepada kancah musik nasional bahwa band asal Riau khususnya Pekanbaru patut diperhitungkan.

Dengan keseriusan dalam bermusik, mereka berhasil mewakili dan mengharumkan nama Riau dan Pekanbaru pada festival indiefest yang ditaja salah satu perusahaan rokok ternama ditanah air. Nama band ini diambil dari sebuah imajinasi tentang perjalanan liburan disuatu penerbangan. Intinya membawa pesan moral bahwa hidup gak harus monoton(itu-itu aja).
Perjalanan Air Hostess for Vacation di L.A.lights Indifest 2007 diawali dari pembuatan demo lagu yang diberi judul A Call To, sebuah lagu yang direkam pada April 2007.Lagu ini mengangkat tema sebuah perjalan liburan disebuah penerbangan, lirik-lirik lagu ini banyak memuat pesan moral. Aliran musik Band asli Pekanbaru dipengaruhi oleh British Rock/Pop hingga band-band alternative ala Amerika.
Setelah merampungkan demo, Band ini mulai mengikuti tahap seleksi CD Collecting di
ajang bergengsi L.A.lights Indiefest 2007. Sedikitnya 1870 band se-Indonesia mengikuti
proses CD Collecting yang akan disaring menjadi 200 band di 4 wilayah regional
yaitu 50 band regional Jakarta, 50 band Jogja, 50 band Bandung dan 50 band di Surabaya untuk mengikuti tahap semifinal yang diadakan pada (9-17/07), dimana 10 band dari tiap
regional akan mengikuti tahap final.
"Di tahap CD Collecting sendiri band ini berhasil lolos ke semifinal di peringkat 17 dan menjadikan Air Hostess for Vacation wakil Riau dari Pekanbaru bersama tiga band lainnya asal sumatera" Ungkap Aboot.
Band asal Pekanbaru asal ini juga berhasil menyingkirkan 40 band regional Jakarta dan meraih peringkat pertama di Splash cafe , Kemang-Jakarta pada (16-17/6). Selain itu singel hits mereka juga telah diputar di 40 negara di Eropa, Asia dan Australia dan menjadikan AHFV beserta 39 band lainnya se-Indonesia finalis diajang L.A. lights Indiefest 2007 yang diadakan pada tanggal (7-8/9) kemarin di kafe tenda Semanggi-Bandung. Dimana akan dipilih 10 band yang akan masuk dalam album kompilasi ajang ini.
"Insya allah hasil final kemarin akan diumumkan dalam waktu dekat, Doakan kami berada di peringkat pertama" Ucap mereka kompak.

Pekanbaru Dalam Lensa

Pekanbaru...
Banyak rupanya yang bisa terekam di kota bertuah ini...
Inilah beberapa gambaran-gambaran sudut kota Pekanbaru dari balik lensa...